Ayah..
Diantara waktu yang berjalan, berlari, berputar, berderap, bergulir, dan berlalu..
Aku masih saja anak perempuan kecilmu yang selalu merindukan hangatnya nasihat, perhatian, dan tutur semangat darimu..
Ayah yang tahu seberapa usahaku untuk menjadi salah seorang dengan profesi ini sejak dulu,
tapi kau tak datang saat prosesi sumpahku,
kau tak melihat aku dengan setelan putihku,
kau tak mendengar cerita masa insipku..
Mungkin belum rezeki kita berdua ya Ay..
Tak apa Yah.
Aku mengerti.
Maka semoga Allah meridhai amal ibadahmu dan mengampuni segala khilaf dan dosa-dosa ayah..
Semua yang telah kau didik, ajar, dan kau tanamkan pada kami.. semoga menjadi pemberat kebaikanmu..
Mudah-mudahan kita dikumpulkan Allah di jannah-Nya,
dalam sebaik-baik jiwa sebaik-baik amal..
Spa. Bulan terakhir insip.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar